Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) melalui inisiatif GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan di 2030) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Forum Dialog Memperkuat Kemitraan Sektor Publik dan Swasta untuk Penanganan Susut dan Sisa Pangan yang Mendukung Sistem Pangan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau di Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung di Sheraton Hotel Bandung pada Jumat, 23 Januari 2026.
Forum dialog ini menghadirkan perwakilan Badan Pangan Nasional, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan perwakilan SPPG. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kemitraan konkret dalam mengatasi susut dan sisa pangan (food loss & waste).
Direktur Eksekutif IBCSD, Dr. Indah Budiani, menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Barat memiliki peluang besar untuk menjadi provinsi percontohan nasional dalam penanganan susut dan sisa pangan berbasis kolaborasi publik-swasta. “Susut dan sisa pangan bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga isu efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan usaha. Melalui GRASP 2030, kami mendorong kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan yang sejalan dengan SDG 12.3, agar aksi pengurangan susut dan sisa pangan dapat lebih terukur dan berdampak,” jelas Indah.
Jawa Barat sebagai Wilayah Strategis
Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat, Eka Jatnika Sundana, ST., M.Sc menegaskan bahwa Jawa Barat memiliki peran sangat strategis dalam penanganan susut dan sisa pangan di Indonesia. Dengan jumlah penduduk terbesar mencapai 50,7 juta jiwa, aktivitas ekonomi pangan yang tinggi, serta status sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan produksi beras tahun 2025 sebesar 10,23 juta ton GKG, Jawa Barat menjadi wilayah kunci dalam upaya nasional pengurangan SSP. Namun, Jawa Barat juga tercatat sebagai penghasil sampah terbesar di Indonesia dengan timbulan mencapai 24.882,78 ton per hari, di mana 39,02% diantaranya merupakan sisa makanan. Tanpa penanganan serius, kondisi ini berpotensi menambah beban lingkungan, kesehatan masyarakat, dan inefisiensi ekonomi.
Kolaborasi Multipihak melalui GRASP 2030
Inisiatif GRASP 2030 telah menghimpun 18 perusahaan dan 28 organisasi yang berkomitmen mengurangi SSP sesuai target SDG 12.3 dan RPJMN 2025-2029. Platform ini mendorong kolaborasi strategis dengan pendekatan Target–Measure–Act, serta memfasilitasi panduan redistribusi pangan dan forum kerja lintas sektor. Dengan semangat gotong royong, Jawa Barat diharapkan menjadi provinsi percontohan dalam pengurangan SSP dan implementasi pembangunan rendah emisi berbasis kolaborasi multipihak.
Published on: January 23, 2026
Content type: News & Insights
Content tag: