Upaya pengurangan sisa pangan membutuhkan pendekatan perubahan perilaku yang  berbasis bukti (evidence-based), dengan memahami secara mendalam faktor  penghambat (barriers) dan pendukung (enablers) perilaku warga perkotaan dalam  mencegah dan mengurangi pemborosan pangan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah  studi formatif sebagai dasar penyusunan strategi komunikasi dan intervensi perubahan  perilaku warga (citizen behavior change) yang kontekstual, relevan, dan efektif di wilayah  perkotaan. 

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama mitra  internasional WRAP (The Waste and Resources Action Programme) melalui inisiatif  GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan 2030) berkomitmen  mendukung pencapaian SDG 12.3 tentang pengurangan sisa pangan. Studi formatif ini  merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk menyediakan dasar bukti yang kuat bagi  strategi komunikasi dan intervensi perubahan perilaku warga perkotaan. 

1 Kementerian PPN/Bappenas, Laporan Kajian Food Loss and Waste di Indonesia dalam Rangka Mendukung Implementasi  Ekonomi Sirkular dan Pembangunan Rendah Karbon, 2021, 

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) www.ibcsd.or.id Menara Duta 7th Fl Wing B, Jl. HR Rasuna Said, Kav B-9, Jakarta 12910, Indonesia 

Tel: +6221-52901941 | Email: [email protected].id  

investment for sustainable future 

TUJUAN STUDI 

Tujuan umum dari studi ini adalah menghasilkan behavioural insight yang komprehensif  sebagai dasar perancangan strategi komunikasi dan intervensi perubahan perilaku  warga (citizen behavior change) untuk pengurangan food waste di wilayah urban, yang  sejalan dengan target SDG 12.3, inisiatif GRASP 2030, dan agenda prioritas rencana  pembangunan pemerintah sekaligus mencakup pelaksanaan evaluasi endline untuk  menilai efektivitas kampanye yang dijalankan. 

Tujuan khusus studi meliputi: 

  1. Mengidentifikasi perilaku kunci warga perkotaan yang berkontribusi terhadap  terjadinya sisa pangan. 
  2. Menggambarkan faktor penghambat (barriers) yang mencegah warga perkotaan  melakukan perilaku pengurangan sisa pangan. 
  3. Menggambarkan faktor pendukung (enablers) yang mendorong warga perkotaan  untuk mengurangi sisa pangan. 
  4. Mengidentifikasi norma sosial, nilai, persepsi, dan keyakinan yang  mempengaruhi perilaku warga terkait pengelolaan dan konsumsi pangan. 
  5. Menggali motivasi, pemicu, dan peluang perubahan perilaku di tingkat individu,  rumah tangga, dan komunitas perkotaan. 
  6. Mengidentifikasi pesan kunci potensial untuk kampanye komunikasi  pengurangan sisa pangan. 
  7. Memetakan saluran komunikasi dan media yang paling sering digunakan dan  dipercaya oleh warga perkotaan. 
  8. Memetakan pemangku kepentingan (stakeholders) yang berperan dan  berpotensi mendukung upaya pengurangan sisa pangan di wilayah perkotaan. 
  9. Melakukan endline study untuk membandingkan hasil baseline dengan kondisi  pasca-kampanye, sehingga dapat menilai perubahan perilaku dan efektivitas  intervensi. 

RUANG LINGKUP TUGAS KONSULTAN 

  1. Penilaian Komprehensif 

Melakukan asesmen menyeluruh untuk mengidentifikasi, kemudian melalui kombinasi  metode kualitatif dan kuantitatif menganalisis motivasi dan hambatan utama dari  perilaku prioritas pemborosan pangan. Fokus utama riset pada pemetaan determinan  perilaku (motivasi, hambatan, norma sosial, dan konteks budaya) guna merancang  intervensi paling efektif untuk mengurangi pemborosan pangan.

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) www.ibcsd.or.id Menara Duta 7th Fl Wing B, Jl. HR Rasuna Said, Kav B-9, Jakarta 12910, Indonesia 

Tel: +6221-52901941 | Email: [email protected].id  

investment for sustainable future 

  1. Penyusunan Baseline 

Menyusun baseline perilaku warga perkotaan terkait pengurangan sisa pangan, dengan  fokus pada segmen representatif: 

  • Kompleks perumahan (rumah tangga urban dengan pola belanja dan  masak sendiri). 
  • Apartemen (gaya hidup praktis dengan keterbatasan ruang penyimpanan). ? Kaum muda/Gen Z yang terbiasa menggunakan layanan pesan antar  makanan (GoFood, GrabFood, dll.). 

Baseline mencakup indikator utama seperti tingkat pengetahuan, sikap, praktik aktual  (misalnya frekuensi buang makanan, praktik penyimpanan, kebiasaan pesan makanan),  serta persepsi terhadap sisa pangan. Konsultan juga bertanggung jawab melakukan  endline study untuk membandingkan hasil baseline dengan kondisi pasca-kampanye,  sehingga dapat menilai perubahan perilaku dan efektivitas intervensi. 

  1. Analisis Data 

Menganalisis asesmen untuk mengidentifikasi insight perilaku kunci, titik intervensi  kritis, serta menyusun segmentasi berbasis motivasi dan hambatan. Hasil analisis  digunakan untuk memprioritaskan area strategi perubahan perilaku, entry points, dan  kanal komunikasi yang paling relevan bagi target audiens rumah tangga urban. 

  1. Pengembangan Rekomendasi 

Mengembangkan dan merekomendasikan serangkaian intervensi perilaku yang praktis  dan berbasis bukti, termasuk: 

  • Strategi narasi (messaging framework) yang menghubungkan nilai budaya  dengan tiga perilaku prioritas; 
  • Desain nudges yang dapat diterapkan di titik keputusan (pra-belanja, saat  belanja, penyimpanan, dan penyajian makanan); 
  • Rekomendasi integrasi lintas kanal komunikasi (retail, digital, komunitas)  yang mempertimbangkan kelayakan implementasi, dampak sosial lingkungan, dan penerimaan publik. 
  1. Pemantauan dan Evaluasi 

Konsultan diharapkan menyusun kerangka pemantauan dan evaluasi berbasis baseline  untuk melacak perubahan kesadaran (awareness), niat (intention), dan adopsi perilaku.  Kerangka ini harus mencakup rekomendasi area pemantauan yang relevan (indikator,  kanal komunikasi, titik keputusan), instrumen sederhana untuk evaluasi jangka  panjang, serta endline study guna menilai efektivitas kampanye. 

  1. Pelaporan

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) www.ibcsd.or.id Menara Duta 7th Fl Wing B, Jl. HR Rasuna Said, Kav B-9, Jakarta 12910, Indonesia 

Tel: +6221-52901941 | Email: [email protected].id  

investment for sustainable future 

Menyusun Laporan Insepsi dan Laporan Akhir dalam Bahasa Indonesia dan Inggris,  mencakup: metodologi, temuan utama, segmentasi perilaku, peta nilai budaya,  rancangan strategi narasi dan nudges, serta rekomendasi implementatif yang dapat  digunakan untuk penyusunan kampanye perubahan perilaku oleh IBCSD dan WRAP. 

METODOLOGI 

Metodologi harus cukup spesifik untuk menjamin kualitas riset, namun tetap fleksibel  agar konsultan dapat menyesuaikan dengan temuan awal. 

  • Metode Kualitatif: 

o Wawancara Mendalam (IDI) untuk menggali motivasi, hambatan, dan  persepsi individu. 

o Diskusi Kelompok Terarah (FGD) untuk memahami norma sosial, nilai,  dan dinamika kelompok. 

o Observasi perilaku sehari-hari terkait belanja, memasak, penyimpanan,  dan pembuangan makanan. 

  • Metode Kuantitatif: Survei singkat untuk mengukur prevalensi perilaku, tingkat  pengetahuan, dan sikap warga kaum muda urban usia 20-34 tahun 
  • Segmentasi Responden: 

Responden ditentukan berdasarkan segmentasi perilaku, bukan semata demografi,  dengan membedakan: 

  • Doers: warga yang sudah konsisten melakukan upaya pengurangan sisa pangan. ? Non-doers: warga yang belum atau tidak konsisten melakukan pengurangan sisa  pangan. 

Audiens prioritas studi diharapkan mencakup segmen representatif berikut: ? Rumah tangga urban (misalnya kompleks perumahan, middle class, atau sesuai  analisis konsultan). 

  • Aktor pengelola pangan (misalnya pengurus rumah tangga, pekerja dapur, atau  pelaku usaha kecil). 
  • Kaum muda urban/Gen Z, khususnya yang terbiasa menggunakan layanan  pesan antar makanan. 
  • Aktor komunitas dan UMKM pangan yang berperan dalam rantai konsumsi dan  distribusi. 

Konsultan dapat mengusulkan penajaman definisi audiens prioritas berdasarkan  analisis awal, dengan mempertimbangkan relevansi, representativitas, dan kelayakan  pengumpulan data. 

  • Validasi & Triangulasi: Triangulasi metode (IDI, FGD, observasi) serta workshop  hasil dengan pemangku kepentingan. 

INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA 

Instrumen pengumpulan data meliputi: 

  • Panduan wawancara terstruktur dan semi-terstruktur. 
  • Panduan FGD.

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) www.ibcsd.or.id Menara Duta 7th Fl Wing B, Jl. HR Rasuna Said, Kav B-9, Jakarta 12910, Indonesia 

Tel: +6221-52901941 | Email: [email protected].id  

investment for sustainable future 

  • Lembar observasi. 

Konsultan dapat mengembangkan dari kuesioner yang sudah disiapkan oleh tim WRAP. 

ANALISIS DATA 

Data kualitatif akan dianalisis menggunakan analisis tematik dan konten untuk  mengidentifikasi pola perilaku, hambatan, dan faktor pendukung. 

Data kuantitatif akan dianalisis secara deskriptif untuk melihat kecenderungan dan  distribusi perilaku warga perkotaan terkait sisa pangan. 

KERANGKA TEORI 

Studi dapat menggunakan COM-B, TPB, atau teori perilaku lain yang relevan. 

LOKASI DAN RESPONDEN STUDI 

Studi akan dilakukan di wilayah perkotaan, dengan fokus utama pada konteks DKI  Jakarta atau area lain yang relevan. Konsultan diharapkan untuk mengusulkan lokasi  spesifik dan segmen responden berdasarkan analisis awal, dengan  

mempertimbangkan: 

  • Representativitas perilaku warga perkotaan terkait pengurangan sisa pangan. ? Variasi segmen (misalnya rumah tangga, apartemen, kaum muda/Gen Z  pengguna layanan pesan antar, komunitas/UMKM pangan). 
  • Kelayakan pengumpulan data dan keterukuran hasil. 

Responden ditentukan berdasarkan segmentasi perilaku (doers dan non-doers) dengan  rentang usia yang disesuaikan oleh konsultan, serta harus dijelaskan dalam proposal  metodologi. 

DEFINISI PERILAKU KUNCI 

Perilaku kunci yang menjadi fokus studi ini adalah: 

“Warga perkotaan yang secara sadar melakukan upaya pencegahan dan pengurangan  sisa pangan melalui perencanaan belanja, pengolahan dan penyajian makanan  secukupnya, penyimpanan pangan yang tepat, serta pemanfaatan kembali sisa  makanan.” 

ETIKA PENELITIAN 

Tim pelaksana studi wajib memastikan prinsip etika penelitian, termasuk persetujuan  responden (informed consent), kerahasiaan data, dan perlindungan terhadap responden. 

OUTPUT DAN DELIVERABLE 

  1. Instrumen studi formatif final. 
  2. Dokumen baseline perilaku warga perkotaan terkait sisa pangan 
  3. Laporan awal hasil temuan (preliminary findings). 
  4. Laporan akhir studi formatif dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang  mencakup:

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) www.ibcsd.or.id Menara Duta 7th Fl Wing B, Jl. HR Rasuna Said, Kav B-9, Jakarta 12910, Indonesia 

Tel: +6221-52901941 | Email: [email protected].id  

investment for sustainable future 

  1. Ringkasan Eksekutif 
  2. Latar Belakang 

III. Tujuan Studi 

  1. Metodologi 
  2. Temuan Utama 
  3. Kesimpulan 

VII. Rekomendasi untuk Strategi Komunikasi dan Perubahan Perilaku VIII. Rekomendasi area, kerangka monitoring dan evaluasi berbasis  baseline 

  1. Lampiran (instrumen, daftar responden, dll.) 
  2. Paparan temuan dan rekomendasi strategis untuk pemangku kepentingan. 6. Endline & Evaluasi Kampanye 
  3. Laporan endline study setelah kampanye BCC selesai, menggunakan  indikator yang konsisten dengan baseline. 
  4. Analisis perbandingan baseline–endline untuk menilai efektivitas  kampanye. 

III. Rekomendasi tindak lanjut untuk penguatan strategi komunikasi dan  intervensi perilaku. 

  1. Paparan hasil endline kepada pemangku kepentingan

KRITERIA TIM PELAKSANA 

Tim pelaksana studi diharapkan memiliki: 

Pengalaman 

  • Rekam jejak dalam riset perilaku, komunikasi perubahan perilaku (SBCC), atau  isu terkait pangan dan lingkungan. 
  • Pengalaman dalam pengembangan dan evaluasi program berbasis teori  perubahan perilaku (misalnya TPB, COM-B, atau Social Cognitive Theory). 

Keterampilan 

  • Kemampuan melakukan penelitian kualitatif dan partisipatif (wawancara  mendalam, FGD, observasi lapangan). 
  • Keterampilan analisis data kuantitatif dan kualitatif 
  • Kemampuan menyusun laporan riset yang jelas, evidence-based, dan dapat  digunakan untuk pengambilan keputusan. 

JADWAL dan MILESTONES 

  • 29 Januari 2026 

RFP diumumkan. 

  • 11 Februari 2026 

Batas akhir pengajuan proposal. 

  • 11 Februari – 25 Februari 2026 

Evaluasi proposal, presentasi kandidat pemilihan, dan penunjukan konsultan 

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) www.ibcsd.or.id Menara Duta 7th Fl Wing B, Jl. HR Rasuna Said, Kav B-9, Jakarta 12910, Indonesia 

Tel: +6221-52901941 | Email: [email protected].id  

investment for sustainable future 

  • Deliverable 1 – Workplan & Insepsi 

Maret 2026 (minggu ke-2) 

Setelah kontrak ditandatangani, konsultan menyerahkan workplan dan laporan  insepsi (metodologi, jadwal, rencana baseline & monitoring). 

  • Deliverable 2 – Baseline & Studi Formatif 

Mei 2026 (akhir bulan) 

Baseline selesai, laporan awal temuan + laporan akhir studi formatif diserahkan.  Termasuk rekomendasi strategi komunikasi, area monitoring, dan kerangka M&E  berbasis baseline. 

  • Deliverable 3 – Endline & Evaluasi Kampanye 

Setelah kampanye BCC selesai (estimasi akhir 2026 atau sesuai durasi  kampanye) 

Endline dilakukan dengan indikator konsisten dengan baseline, laporan evaluasi  diserahkan, termasuk analisis perbandingan baseline–endline dan rekomendasi  tindak lanjut. 

KETENTUAN PENGAJUAN PROPOSAL 

Proposal disampaikan dalam format dokumen tertulis (PDF/Word) dengan ketentuan: 

  1. Proposal Teknis (maksimum 7 halaman): 
  • Deskripsi yang jelas dan ringkas terhadap pemahaman konsultan pemahaman  konsultan tentang tujuan dan ruang lingkup proyek. 
  • Metodologi dan pendekatan kerja, termasuk teknik pengumpulan dan analisis  data yang spesifik 
  • Jadwal dan milestones 
  • Kualifikasi tim pelaksana yang relevan dengan proyek 
  1. Proposal Keuangan: 
  • Rincian anggaran per komponen (tenaga kerja, perjalanan, pelatihan, dll.) ? Jadwal pembayaran yang diusulkan 
  1. Dokumen Administratif: 
  • Akta pendirian & SK Kemenkumham, jika konsultan berbentuk badan usaha ? NPWP 
  • Profil perusahaan/portfolio & CV seluruh personel kunci 
  • Referensi dari minimal tiga klien sebelumnya  

KRITERIA EVALUASI 

Proposal akan dievaluasi berdasarkan kriteria berikut: 

  1. Keahlian dan Pengalaman Teknis (40%).

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) www.ibcsd.or.id Menara Duta 7th Fl Wing B, Jl. HR Rasuna Said, Kav B-9, Jakarta 12910, Indonesia 

Tel: +6221-52901941 | Email: [email protected].id  

investment for sustainable future 

Pengalaman relevan dalam riset perubahan perilaku, analisis data, dan perumusan strategi  komunikasi. 

  1. Metodologi (30%) 

Kejelasan, kesesuaian, dan kelayakan metodologi yang diusulkan. 

  1. Rencana Kerja dan Jadwal (15%) 

Realisme dan ketercapaian rencana kerja dan jadwal yang diusulkan. 

  1. Anggaran (15%) 

Kewajaran dan daya saing anggaran yang diusulkan. 

ANGGARAN DAN JADWAL PEMBAYARAN 

Konsultan diminta untuk menyerahkan proposal anggaran yang rinci, termasuk rincian  semua biaya yang terkait dengan proyek. Anggaran harus mencakup item baris terpisah  untuk: 

  1. Biaya konsultan  
  2. Biaya perjalanan dan akomodasi (apabila dibutuhkan) 
  3. Biaya pengumpulan data (misalnya, materi survei, transportasi). 
  4. Biaya langsung lainnya (disebutkan secara rinci). 

IBCSD akan melakukan pembayaran kepada konsultan sesuai dengan jadwal berikut: 

  1. 30% setelah Deliverable 1 yang telah direview dan disetujui IBCSD. 2. 40% setelah Deliverable 2 yang telah direview dan disetujui IBCSD. 3. 30% setelah Deliverable 3 dan Laporan akhir studi dalam Bahasa Indonesia dan  Bahasa Inggris yang telah direview dan disetujui IBCSD. 

BATAS WAKTU PENGAJUAN: 

  • Hari/Tanggal: 10 February 2026 
  • Pukul: 17.00 WIB 
  • Dikirimkan ke email: [email protected] 

INFORMASI KONTAK 

  • Semua pertanyaan mengenai tender terbuka ini harus ditujukan kepada: Nama: [email protected] 

CATATAN PENUTUP 

Dokumen Request for Proposal ini bersifat tidak mengikat. Penyelenggara berhak  menerima atau menolak seluruh proposal yang masuk serta melakukan negosiasi ruang  lingkup dan anggaran dengan pihak terpilih.