Penandatanganan MoU antara Vale Indonesia dan IBCSD untuk Penyusunan Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayati di Sektor Tambang

Jumat, 9 Juni 2018 – telah dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerjasama antara Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) dengan PT. Vale Indonesia.

Penandatangani MoU dilakukan oleh Budi Santosa selaku Direktur Eksekutif IBCSD dan Basrie Kamba selaku Direktur Corporate Affairs PT. Vale Indonesia. Penandatanganan MoU ini dilaksanakan di Kantor PT. Vale Indonesia di Jakarta.

Penandatangannan MoU ini bertujuan untuk menyusundokumen panduan pengelolaan keanekaragaman hayati di sektor tambang yang didukung oleh Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF) melalui Yasayan Burung Indonesia untuk upaya konservasi yang dilakukan di wilayah Wallacea. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi referensi  perusahaan tambang di Indonesia untuk melakukan pengelolaan keanekaragaman hayati di kawasan konsesinya.

Penandatangannan MoU tersebut disaksikan oleh Nico Kanter selaku Presiden Direktur PT. Vale Indonesia, Rini Suryani selaku perwakilan dari Burung Indonesia dan Indah Budiani selaku Direktur Program IBCSD.

Reporting Exchange

The objective of the Reporting Exchange is to bring coherence to the disclosure landscape by providing one central resource for reporting provisions ? the term we use to describe reporting requirements and supporting resources related to the disclosure of non-financial information.

IBCSD with the guidance of WBCSD conducted the research for 2 months on the reporting provisions for companies in Indonesia.  The beta version of the Reporting Exchange is now available at www.reportingexchange.com.  This can be a reference for companies in reporting provision.  As the commitment of IBCSD to continuously support the private sector in providing sustainability information, IBCSD will continuing to contribute to the platform – most notably as it provides a valuable tool for the member companies.

Congratulation to the Winners Indonesian Sustainable Business Award 2016

2016 WINNERS : APPENDIX

Main Winner of the Sustainable Business Awards : Unilever Indonesia

APPENDIX A – BEST IN CATEGORY AWARD (See detailed descriptive below)

  1. Indocement Tunggal Prakarsa 2. Best Business Responsibility & Ethics – Unilever Indonesia 3. Best Workforce – Nestle Indonesia 4. Best Sustainability in the Community – Vale Indonesia 5. Best Supply Chain – H&M 6. Best Stakeholder Engagement – Unilever Indonesia 7. Best Energy Management – Holcim Indonesia 8. Best Water Management – Multi Bintang Indonesia 9. Best Waste Management – Nestle Indonesia 10.Best Climate Change – RAPP (APRIL Group) 11.Best Landuse, Biodiversity & the Environment – SMART

APPENDIX B – SPECIAL INDIVIDUAL RECOGNITION

  1. Pertamina (Persero) 13. Best Flagship Initiatives project – PT PIPA 14. Best Newcomers (entering SBA for the first time) CIMB NIAGA APPENDIX C – SPECIAL RECOGNITION BY CATEGORY
  2. Asia Pulp & Paper (APP) 2. Business Responsibility & Ethics – L’Oreal Indonesia 3. Workforce – Bayer 4. Sustainability in the Community – Tirta Investama (Danone Aqua) 5. Supply Chain – Sinar Mas Land 6. Stakeholder Engagement – Bukit Asam 7.  Energy Management – Frisian Flag8. Water Management – Martina Berto 9. Waste Management – Dupont 10. Climate Change – United Tractor 11. Landuse, Biodiversity & the Environment – Branita Sandhini (Monsanto)

APPENDIX C – SPECIAL RECOGNITION BY CATEGORY

  1. Asia Pulp & Paper (APP) 2. Business Responsibility & Ethics – L’Oreal Indonesia 3. Workforce – Bayer 4. Sustainability in the Community – Tirta Investama (Danone Aqua) 5. Supply Chain – Sinar Mas Land 6. Stakeholder Engagement – Bukit Asam 7.  Energy Management – Frisian Flag8. Water Management – Martina Berto 9. Waste Management – Dupont 10. Climate Change – United Tractor 11. Landuse, Biodiversity & the Environment – Branita Sandhini (Monsanto)

Sawit Challange

Indonesia merupakan penghasil terbesar kelapa sawit di dunia. Kelapa sawit sangat penting bagi perekonomian negara dan memberikan pendapatan bagi banyak masyarakat miskin, termasuk para petani sawit swadaya. Namun kelapa sawit juga dikaitkan dengan penggundulan hutan yang sangat cepat, musnahnya habitat spesies langka, serta bencana kebakaran hutan dan asap beracun yang berulang setiap tahun.

Indonesia kini berada di persimpangan. Pada tanggal 14 April 2016, Presiden Joko Widodo mengumumkan larangan sementara bagi konsesi kelapa sawit baru. Pengumuman tersebut, yang diharapkan akan dirumuskan dalam keputusan presiden, atau moratorium, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi hutan tropis dan lahan gambut negara serta meningkatkan produksi di lahan kelapa sawit yang ada.

SAWIT merupakan inisiatif baru untuk memberikan solusi kelapa sawit yang berkelanjutan bagi para petani sawit. Terdapat sekitar tiga juta petani  sawit swadaya di Indonesia yang memproduksi kurang lebih 40 persen dari total panen kelapa sawit di Indonesia. Para petani ini cenderung menggunakan praktik pembukaan dan penanaman lahan secara tradisional yang tidak efisien dan berkelanjutan. Akibatnya, banyak petani sawit yang membuka hutan dan menanam di lahan yang lebih luas.

Sekaranglah saatnya untuk memperkenalkan dan mendorong solusi terobosan. Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Dewan Bisnis Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan/Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), dan Badan  Pembangunan Internasional Amerika Serikat/U.S. Agency for International Development (USAID) mengundang anda untuk mengirimkan solusi yang dapat membantu para petani sawit memproduksi kelapa sawit yang berkelanjutan. Kelapa sawit diproduksi secara berkelanjutan apabila produksi tidak mengakibatkan atau berkontribusi terhadap penggundulan hutan, melakukan penanaman di lahan gambut, atau melakukan pembakaran saat membuka lahan, sekaligus memastikan manfaat ekonomi bagi komunitas petani dan perlindungan hak-hak tanah masyarakat.

SAWIT mencari solusi inovatif dalam membantu petani sawit swadaya untuk meningkatkan produktivitas di setiap langkah produksi – mulai dari penyiapan lahan untuk penanaman hingga menanam bibit yang lebih baik dengan pemeliharaan yang tepat, memanen dan mengangkut buah sawit secara cepat ke pabrik – dan pada saat yang sama memenuhi standar produksi kelapa sawit berkelanjutan. Inovator terpilih akan diundang untuk berpartisipasi dalam Innovation Marketplace, dimana mereka akan mendapatkan pelatihan dari para ahli dan kesempatan untuk menyampaikan idenya kepada calon investor atau mitra untuk dikembangkan di Indonesia.

Kunjungi situs : http://www.tantangansawit.org/sawit-challenge-statement-bahasa